RSS

Week in The Life : Hari Kedua

A Story about a Week
that will never come again -Riana Ambarsari-


Pagi di Pondok Labu



Siap berangkutssss...


"Angkot yang aneh", kata Aliif



Jalan kecil menuju sekolah


Yaiksss...


Beda di kaki, beda di hati..:)


Mine too...


Jalanan lancarrrrrrrrr...


Setelah kelar di sekolah dan sampai lagi di rumah..."sepatu aliif jd lebih tinggi buun.."


Cemilan siang, cheddar cheese cake dan selai blueberry


Bingung memutuskan semangka atau cheesecake..hehehe...


Makan siang.


Nastarrrrrrrrr....


Sebelum tidur marilah foto-foto dulu...


dan lagi... :)


Ini hari ke-6 Emmas dinas luar kota.
Dan setelah menyikat gigi sebelum tidur, Aliif menyusun sikat gigi kami jadi seperti ini.
Kata Aliif, "supaya jadi deketan".

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Week In The Life - Hari Pertama

Pagi hari pertama...


Si kriting pagi-pagi males difoto...



Bekal Aliif pagi ini, Cheddar Cheesecake with so messy blueberry jam, kukis bunga-bunga, susu tobeyi.



Kelar nganter Aliif, terbang ke Menara DEA Kuningan. 09.41 duduk mingkem nungguin antrean numero limo.



Area Parkir Mall Ambassador, tak lama sesudah kelar di DEA.




Muter-muter Ambassador, dapet ini, lumayan dompet nggak rusak :)



Lapaaaaaaaaaaarr....


Haus dan dahagaaaaaaaa...


tapi masih jelita..huhuhu...


Shaker nganggur...


Ini supir pribadi sayah...*jedyarrrr..ditampol.


Jam 15 : Gang Masjid, Pondok Labu.
Misi : Menjemput Aliif di rumah Nekcik


Jam 15.09 : Ujung Gang Masjid Tembok Toko Akim, Pondok Labu.
Love the quotes.


Jam 15.30-18.30: Rumah Nekcik. Aliif nggak mau pulang. Misi gagal, emak malah nongkrong
Picture taken by Aliif Akbar, 5 yo.


Dan alam seolah ikut menahan Aliif di rumah Nekcik. Jam 17, hujan... :)


Home at last, menembus hujan jam 19. Memeluk hangat kuncung (nama gulingnya) jam 19.30

Dinner...Vanilla + Choco Shake...nyamm..

Laporan hari pertama selesaaaaaaaaai...ditulis sambil kriyep-kriyep penuh do'a, smoga besok lancar...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Memikirkan Rindu yang Jadi Rumit!

Sejak kapan merindu itu jadi salah?
Lalu jadi rumit dan berbelit.

Bohong saja kalo merindu bisa tenang.
Usah bilang "sabar sayang...."
Karna rindu bukan padanan bersabar.
Merindu itu gelisah...

Paham?!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Document Everyday Life

































  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments

Merindumu...


Belum seminggu kutinggalkan engkau. Lama kita berpisah pun masih cukup kuhitung dengan jari tanganku. Saat ini kurindukanmu seperti Mc Queen merindukan Radiator Springs. Setiap berusaha untuk berpusat pada kegiatanku maka yang terbayang hanyalah tampak indahmu. Hangatmu.

Terakhir kita bertemu, ternyata uraian waktu membuatmu tak henti bersolek. Walaupun sudah kuingatkan, cukup. Kau sudah sangat tampan dan indah di mataku. Sudahlah, hentikan. "Kalau terlalu lama berdandan, nanti tampangmu seperti badut sirkus", kataku. Tetapi tak kau hiraukan.

Saat akhirnya kita benar-benar bertemu, aku sempat terhenyak. Bingung. Jauhnya kau berubah. Setidaknya di mataku. Setelah lama kita bercakap, barulah ku sadar kau tetap dirimu yang dulu. Segumpal masa lalu yang tidak pernah berlalu. Kau tetap di hatiku. Penuh kejutan, namun di suatu tempat yang tak banyak orang melihat, kau masih seperti dulu. Redup dan sendu.

Kau ingatkan petualangan kita di Pasar Ikan kemarin? Jangan lukai hatiku dengan berkata kau tak ingat. Aku tak pernah lupa betapa terlonjak aku kegirangan saat kau berikan kejutanmu untukku. Aku tau, bukan aku sendiri yang menikmatinya saat itu. Kemurahan hatimu membuat kau membaginya kepada smua orang yang juga hadir bersamaku saat itu. Tapi, aku tau kau tau apa yang aku suka. Dan aku tau kau sengaja siapkan itu di saat yang tepat. Saat akhirnya aku bersua denganmu setelah 3 tahun lamanya kita berpisah. Indah bukan?

Waktu berjalan santai, saat aku denganmu. Tak ada tuntutan. Tidak terburu-buru. Kau membuatku lupa waktu. Lupa bahwa tanpa terasa semakin lama aku denganmu, waktu kita bercerai akan sampai juga. Aku tak mau, kau tau kan itu. Tak perlu ku katakan, cukup lah kau saksikan betapa aku beranjak malas membereskan smua hatiku. Salahmu kenapa aku seperti ini. Salahmu kenapa kita harus bertemu. Salahmu...salahmu...salahmu....

Walaupun kekasih hatiku telah berjanji untuk membawaku bertemu lagi denganmu. Aku kan tetap tidak tau, kapan janji itu akan terpenuhi. Selama janji itu belum terpenuhi, aku harus memandang kosong ke udara, berharap yang kulihat bukanlah udara tempatku berdiri sendiri melainkan udara tempat kau menyongsongku. Seperti selalu. Kau dan aku genap dengan rindu.

*masih kangen kampung*

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read comments