Pengundian ini ada beragam cara, antara lain :
I. Adu Suit Jari
Umum dilakukan jika pemain hanya terdiri dari 2 orang saja.
Atau sebagai pengundian terakhir setelah pengundian beramai-ramai dilakukan yang menyisakan 2 orang.
Adu suit bisa juga dilakukan untuk menentukan dan mengumpulkan pihak yang menang dan kalah suit. Regu pemenang suit kemudian membentuk grup tersendiri melawan grup yang kalah suit. Penentuan siapa melawan siapa dalam adu suit jenis ini biasanya ditentukan berdasarkan tingkatan usia (adu suit antara yang sebaya umurnya) atau tingkat kemampuan (jago/lihai tidaknya) dalam permainan yang akan dimainkan. Sehingga, diharapkan masing-masing regu akan memiliki anggota tim dengan kemampuan setara. Setelah didapat anggota tim, maka diadakan adu suit penentuan yang dilakukan oleh pemimpin regu. Suit penentuan ini dilakukan untuk menentukan regu yang memulai permainan.
Jari yang digunakan dalam adu suit
Ada 3 jari yang digunakan, jempol (biasa dianggap sebagai gajah), telunjuk (mewakili orang) dan kelingking (mewakili semut)
Jempol (gajah) menang melawan telunjuk (orang)
Telunjuk (orang) menang melawan kelingking (semut)
Kelingking (semut) menang melawan jempol (gajah)
Cara Adu Suit
2 orang berhadapan, bersiap mengeluarkan jari sesuai “feeling” masing-masing dengan tujuan mengalahkan pilihan jari lawan.
Sebelum memulai suit ditentukan :
1. Apakah yang menang suit juga sebagai pihak pemulai permainan atau sebaliknya yang kalah yang menjadi pemulai permainan.
2. Berapa poin untuk menentukan menang suit, biasanya poin ganjil, 3 atau 5. Jadi, pihak yang terlebih dahulu dapat mencapai poin yang ditentukan menjadi pihak pemenang suit.
Para pemain yang keahlian suitnya sudah sedemikian ahli, maka adu suit ini dapat saja berlangsung cepat dan alot. Kadang nyaris tidak terlihat mata yang masih awam. Dibutuhkan kejelian mata dan koordinasi apik antara otak, mata dan jari.
II. Adu Ten
Biasanya dilakukan untuk permainan dengan jumlah peserta lebih dari 2 orang. Dengan adu ten, jumlah peserta yang dieliminasi dari adu ten bisa langsung dalam jumlah banyak. Sehingga hasil akhir pengundian dapat segera didapat. Jika sudah tersisa 2 orang, maka pengundian dilanjutkan dengan cara adu suit.
Prinsipnya pada adu ten, para peserta ten berdiri melingkar, menyatukan tangan bertumpukan di tengah lingkaran sebagai poros.
Salah satu peserta biasanya berinisiatif untuk menjadi pemimpin ten. Pemimpin ten bertugas untuk memimpin aba-aba.
Beberapa variasi Ten :
1. Ten Item-Putih
Item disini diwakili dengan punggung tangan sementara putih diwakili dengan telapak tangan.
Aba-aba yang diucapkan antara lain "Yang item menang” atau “Yang putih menang”
Peserta ten yang tidak berkonsentrasi bisa saja melakukan gerakan yang merugikan dirinya dan menjadi pihak kalah ten.
Pilihan aba-aba yang lain “Sendiri jadi” atau “Ten sikok jadi”
Jika ada peserta ten yang hanya sendiri memilih item atau putih, maka otomatis dia jadi pihak kalah ten. Jika tidak, pemimpin ten dapat mengulang aba-aba.
Selain itu juga ada aba-aba “Ten banyak menang” atau “Ten dikit menang”, pihak menang ten ditentukan dengan perbandingan mana yang sesuai aba-aba, pemilih item atau pemilih putih.
Dalam sekali ten, tidak selalu aba-aba yang sama digunakan. Pemimpin ten bebas memilih aba-aba yang akan dipakai. Karenanya peserta ten juga harus jeli mendengar aba-aba.
2. Ten Tangkuweng
Di Ten jenis ini, aba-aba digantikan dengan nyanyian yang dinyanyikan beramai-ramai oleh peserta ten, sementara pemimpin ten menyentuh pergelangan tangan masing-masing peserta ten sesuai suku kata nyanyian. Syair yang umum dipakai adalah
"Tangkuweng kuda lari, di atas genting cap cip cup langit kuncup"
Tepat saat lagu berakhir di tangan salah satu peserta ten, maka peserta ten tersebut bisa berlega hati, karena dapat meninggalkan ‘arena’ Ten lebih awal, lalu menunggu siapa yang kalah ten.
Yang kalah Ten di babak awal Ten harus semakin bersiaga supaya dapat menjadi pemenang Ten di babak Ten selanjutnya. Jika tidak, bukan tidak mungkin dia akan menjadi pihak kalah Ten di babak akhir dan menanggung konsekuensi jaga atau jadi yang paling terakhir melakukan permainan.
III. Jam Jam Sut
Jamak dilakukan untuk mengeliminir peserta undian dan menghasilkan satu pihak kalah undian secara cepat. Kurang popular, karena sering dianggap kurang adil. Pemimpin jam jam sut terkadang sudah mengincar satu orang untuk menjadi pihak yang kalah.
Cara Melakukan Jam Jam Sut :
Pemimpin Jam Jam Sut meletakkan tangannya ke atas kepala dengan posisi telapak tangan menghadap tanah. Para peserta Jam Jam Sut kemudian mengumpulkan telunjuk masing-masing menyentuh telapak tangan pemimpin Jam Jam Sut.Kemudian, Pemimpin Jam Jam Sut bersiap memberi aba-aba, "Jam.....Jam....Sutttt!!!" Saat aba-aba tiba di kata-kata Sut, peserta harus segera menarik telunjuknya ke bawah. Jika kalah cepat, telunjuk yang kurang beruntung dapat tertangkap tangan pemimpin Jam Jam Sut, dan dia dianggap kalah lalu menerima konsekuensinya.
Selain 3 jenis pengundian penentuan awal permainan ini, juga ada beberapa variasi yang lain, seperti "Pengundian Kacang Panjang, Kacang Pendek", tapi kurang populer dibandingkan yang sudah disebutkan.


c.jpg)

